Dalam perkembangannya sampai sekarang pondok pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon telah berusia lebih dari 200 tahun. Para ulama pengasuh pesantren telah banyak mendirikan lembaga pendidikan, baik yang menggunakan sistem pendidikan pesantren maupun yang menggunakan sistem pendidikan formal seperti; Madrasah Diniyah, Ibtida’iyah, Tsanawiyah, dan Aliyah di bawah binaaan Departemen Agama RI, maupun sekolah umum tingkat dasar, SMP, dan SMA di bawah binaan Departemen Pendidikan Nasional .
Pada tahun 1960 di Babakan Ciwaringin ada lima buah Madrasah Menggunakan Kurikulum Pesantren, yaitu :
1. Madrasah Salafiyah (Msy) Diniyah Takmiliyah Awaliyah
2. Madrasah Salafiyah (Msy) Diniyah Takmiliyah Wustho
3. Madrasah Salafiyah (Msy) Diniyah Takmiliyah Ulya menggunakan Kurikulum Pesantren ditambah Kurikulum Departemen Agama
4. Madrasah Hikmatus Salafiyah(MHS) Tingkat Ibtida’iyah
5. Madrasah Hikmatus Salafiyah MHS) Tingkat Tsanawiyah
Atas prakarsa Ketua Yayasan Kesejahtraan Pendidikan Pesantren (YKPP) KH.Moh.Haririe dan KH. Anwar Fathoni, pada tahun 1968 didirikan MHS tingkat Aliyah, dan kurikulumnya disuaikan dengan Kurikulum Departemen Agama RI.
Perkembangan selanjutnya MSS Takmiliyah Wustho dinegerikan menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) dan MSS Takmiliyah Ulya menjadi Sekolah Persiapan IAIN (SPIAIN) yang lulusannya khusus untuk melanjutkan pendidikan ke IAIN.
Memperhatikan perkembangan sistem pendidikan nasional tahun 1970 dan perkembangan sistem pendidikan pesantren serta kebutuhan masyarakat, dan untuk menampung lulusan MTs dan SMP yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi/IAIN, maka YKPP dengan prakarsa KH.Moh.Haririe Sanusi, KH.Anwar Fathoni, KH.Syarif Hud Yahya, KH. Yunus Amin, dan kawan-kawan mengadakan musyawarah bersama para ulama sesepuh pengasuh pesantren Babakan Ciwaringin yang menghasilkan :
Perkembangan selanjutnya MSS Takmiliyah Wustho dinegerikan menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) dan MSS Takmiliyah Ulya menjadi Sekolah Persiapan IAIN (SPIAIN) yang lulusannya khusus untuk melanjutkan pendidikan ke IAIN.
Memperhatikan perkembangan sistem pendidikan nasional tahun 1970 dan perkembangan sistem pendidikan pesantren serta kebutuhan masyarakat, dan untuk menampung lulusan MTs dan SMP yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi/IAIN, maka YKPP dengan prakarsa KH.Moh.Haririe Sanusi, KH.Anwar Fathoni, KH.Syarif Hud Yahya, KH. Yunus Amin, dan kawan-kawan mengadakan musyawarah bersama para ulama sesepuh pengasuh pesantren Babakan Ciwaringin yang menghasilkan :
1. Mengusulkan agar MHS tingkat Aliyah dinegerikan
2. Pesantren Miftahul Muta’allimin Babakan Ciwaringin Cirebon mengajukan usul penegerian MHS tingkat Aliyah dengan (surat No.121/M.A.IX/69 tanggal 12- Oktober 1969)
3. YKPP sebagai pemeran utama dalam usaha persiapan tersebut memperkuat usulannya dengan surat No.217/J-A/I/70 tanggal 15 Januari 1970 hingga mendapatkan rekomendasi dari Menteri Agama dengan surat No. 202/D.I/70 tanggal 25 Mei 1970.
Dari usaha keras di atas, terbitlah Surat Keputusan Menteri Agama RI No. 73 tahun 1970 tanggal 22 Mei 1970 perihal Penegerian Madrasah Aliyah Alhikamus Salafiyah Pesantren Babakan Ciwaringin Kab. Cirebon menjadi Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) Babakan Ciwaringin Kab. Cirebon Prop. Jawa Barat. Dan sejak tahun 1978 sesuai dengan SK Menteri Agama RI No.17 tahun 1978 tanggal 16 Maret 1978 MAAIN tersebut mengalami penyederhanaan bentuk dan struktur organisasi persekolahan dan tata kerja Depag RI, MAAIN tersebut berganti nama menjadi MAN Babakan Ciwaringin Kab. Cirebon seiring dengan berlakunya kurikulum Depag RI tahun 1975.
Dalam upaya meningkatkan mutu Madrasah Aliyah, maka melalui SK Dirjen Binbaga Islam Departemen Agama RI Nomor E.IV/PP.00.6/KEP/17.A/98 tanggal 20 Februari 1998 menyatakan bahwa MAN Babakan Ciwaringin Kab. Cirebon adalah salah satu MAN Model dari 35 MAN Model seluruh Indonesia yang dilengkapi dengan sarana PSBB (Pusat Sumber Belajar Bersama), sehingga diharapkan dapat menjadi MAN percontohan khususnya di wilayah III Cirebon.
Bidang Keuangan (Anggaran Pembiayaan Madrasah)
Anggaran biaya pengelolaan kegiatan Madrasah selama ini bersumber dari :
Dalam upaya meningkatkan mutu Madrasah Aliyah, maka melalui SK Dirjen Binbaga Islam Departemen Agama RI Nomor E.IV/PP.00.6/KEP/17.A/98 tanggal 20 Februari 1998 menyatakan bahwa MAN Babakan Ciwaringin Kab. Cirebon adalah salah satu MAN Model dari 35 MAN Model seluruh Indonesia yang dilengkapi dengan sarana PSBB (Pusat Sumber Belajar Bersama), sehingga diharapkan dapat menjadi MAN percontohan khususnya di wilayah III Cirebon.
Bidang Keuangan (Anggaran Pembiayaan Madrasah)
Anggaran biaya pengelolaan kegiatan Madrasah selama ini bersumber dari :
1. Dana pemerintah dalam bentuk DIPA untuk proyek sarana dan untuk biaya rutin.
2. Dana bantuan/infaq pendidikan dari orang tua siswa melalui Komite Madrasah.
3. Bantuan Luar negri
Ketiga sumber dana tersebut masih kurang memadai apabila dibandingkan dengan kebutuhan biaya pengelolaan kegiatan madrasah secara optimal dalam upaya peningkatan kualitas secara keseluruhan.
Kondisi Eksternal
Kondisi eksternal di lingkungan MAN Babakan Ciwaringin Cirebon meliputi kondisi lingkungan dan kontribusi masyarakat. Sebagaimana yang telah diuraikan dalam sejarah singkat MAN Babakan Ciwaringin, kondisi lingkungan MAN Babakan Ciwaringin sangat kondusif untuk belajar, karena berada di lingkungan komplek pondok pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon. Sedangkan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan Madrasah baru terbatas pada bantuan dana orang tua murid lewat Komite Madrasah.
Kekuatan Faktor Historis Kelembagaan
Dalam melaksanakan strategi pengembangan MAN Model Babakan Ciwaringin Cirebon, perlu dilakukan analisis situasi, baik yang dipandang menguntungkan, atau menjadi kekuatan, maupun kelemahan, tantangan, dan peluang, serta langkah-langkah strategis yang dilakukan untuk lima tahun ke depan.
Dalam perkembangannya sampai sekarang, MAN Model Babakan Ciwaringin Cirebon memiliki kemajuan yang cukup pesat, baik sarana / prasarananya maupun input dan outputnya yang tersebar di seluruh nusantara. Salah satu faktornya adalah karena secara historis MAN Model Babakan Ciwaringin Cirebon lahir dari pondok pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon yang telah berusia lebih dari 200 tahun. Berkat usaha keras Para ulama dan pengasuh pesantren telah banyak mendirikan lembaga pendidikan baik yang menggunakan sistem pendidikan pesantren maupun yang menggunakan sistem pendidikan formal seperti MAN, sehingga dukungan secara penuh dari lingkungan pesantren dan masyarakat di sekitarnnya sangat baik terhadap pengelolaan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri tersebut.
Sebagai lembaga pendidikan formal negeri di bawah naungan Departemen Agama, MAN Model Babakan Ciwaringin Cirebon memmliki landasan yuridis sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikannya, antara lain:
Kondisi Eksternal
Kondisi eksternal di lingkungan MAN Babakan Ciwaringin Cirebon meliputi kondisi lingkungan dan kontribusi masyarakat. Sebagaimana yang telah diuraikan dalam sejarah singkat MAN Babakan Ciwaringin, kondisi lingkungan MAN Babakan Ciwaringin sangat kondusif untuk belajar, karena berada di lingkungan komplek pondok pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon. Sedangkan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan Madrasah baru terbatas pada bantuan dana orang tua murid lewat Komite Madrasah.
Kekuatan Faktor Historis Kelembagaan
Dalam melaksanakan strategi pengembangan MAN Model Babakan Ciwaringin Cirebon, perlu dilakukan analisis situasi, baik yang dipandang menguntungkan, atau menjadi kekuatan, maupun kelemahan, tantangan, dan peluang, serta langkah-langkah strategis yang dilakukan untuk lima tahun ke depan.
Dalam perkembangannya sampai sekarang, MAN Model Babakan Ciwaringin Cirebon memiliki kemajuan yang cukup pesat, baik sarana / prasarananya maupun input dan outputnya yang tersebar di seluruh nusantara. Salah satu faktornya adalah karena secara historis MAN Model Babakan Ciwaringin Cirebon lahir dari pondok pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon yang telah berusia lebih dari 200 tahun. Berkat usaha keras Para ulama dan pengasuh pesantren telah banyak mendirikan lembaga pendidikan baik yang menggunakan sistem pendidikan pesantren maupun yang menggunakan sistem pendidikan formal seperti MAN, sehingga dukungan secara penuh dari lingkungan pesantren dan masyarakat di sekitarnnya sangat baik terhadap pengelolaan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri tersebut.
Sebagai lembaga pendidikan formal negeri di bawah naungan Departemen Agama, MAN Model Babakan Ciwaringin Cirebon memmliki landasan yuridis sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikannya, antara lain:
1. Keputusan Mentri Agama RI No.73 tahun 1970 tanggal 22 Mei 1970 perihal Penegerian Madrasah Aliyah Alhikamus Salafiyah Pesantren Babakan Ciwaringin Kab. Cirebon menjadi Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) Babakan Ciwaringin Kab. Cirebon prop. Jawa Barat.
2. SK Menteri Agama RI No.17 tahun 1978 tanggal 16 Maret 1978 yang berkenaan dengan penyederhanaan bentuk dan struktur organisasi persekolahan dan tata kerja Depag RI, MAAIN tersebut berganti nama menjadi MAN Babakan Ciwaringin Kab. Cirebon seiring dengan berlakunya kurikulum Depag RI tahun 1975.
3. Undang-Undang No.2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
4. Peraturan Pemerintah RI No. 39 tahun 1992 tentang peran serta masyarakat dalam Pendidikan nasional.
5. Keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.0489/V/1992 tentang Madrasah Aliyah sebagai sekolah Umum yang bercirikhas Agama Islam.
6. Keputusan Mentri Agama RI Nomor 370 tahun 1993 tentang Madrasah Aliyah dan Nomor 373 tentang Kurikulum MA.
7. SK Dirjen Binbaga Islam Departemen Agama RI Nomor E.IV/PP.00.6/KEP/17.A/98 tanggal 20 Februari 1998 menyatakan bahwa MAN Babakan Ciwaringin Kab. Cirebon adalah salah satu MAN Model dari 35 MAN Model seluruh Indonesia yang dilengkapi dengan sarana PSBB (Pusat Sumber Belajar Bersama), sehingga diharapkan dapat menjadi MAN percontohan khususnya di wilayah III Cirebon.
Letak Geografis
MAN Babakan Ciwaringin Cirebon yang berada di komplek pesantren babakan Ciwaringin Cirebon memilik keunggulan secara geografis. Dengan letaknya yang cukup jauh dari kota Cirebon, tepatnya 25 Km sebelah barat kota Cirebon, jauh dari keramaian kota, sehingga iklimnya cukup kondusif dan sangat cocok untuk belajar secara tekun dan baik, serta mudah dijangkau oleh kendaraan umum karena jaraknya hanya 300 meter dari jalan raya Cirebon - Bandung.
Sumber Daya Manusia di MAN Babakan Ciwaringin Cirebon merupakan unsur pokok dalam pengembangan strategis di lembaga pendidikan formal tersebut. Secara umum keadaan karyawan baik tetap maupun tidak tetap di MAN Babakan Ciwaringin Cirebon, dapat digambarkan sebagai berikut;
MAN Babakan Ciwaringin Cirebon yang berada di komplek pesantren babakan Ciwaringin Cirebon memilik keunggulan secara geografis. Dengan letaknya yang cukup jauh dari kota Cirebon, tepatnya 25 Km sebelah barat kota Cirebon, jauh dari keramaian kota, sehingga iklimnya cukup kondusif dan sangat cocok untuk belajar secara tekun dan baik, serta mudah dijangkau oleh kendaraan umum karena jaraknya hanya 300 meter dari jalan raya Cirebon - Bandung.
Sumber Daya Manusia di MAN Babakan Ciwaringin Cirebon merupakan unsur pokok dalam pengembangan strategis di lembaga pendidikan formal tersebut. Secara umum keadaan karyawan baik tetap maupun tidak tetap di MAN Babakan Ciwaringin Cirebon, dapat digambarkan sebagai berikut;
1. Secara kuantitatif tenaga edukatif dan administratif cukup memadai, namun tenaga yang tetap (pegawai negeri) masih perlu penambahan terutama untuk guru-guru MIPA yang kompeten dan menguasai Bahasa Inggris aktif serta tenaga administrtif yang menguasai teknologi informasi. Secara kualitatif tenaga edukatif cukup memadai, karena rata-rata berpendidikan S.1 dan hanya satu orang guru berpendidikan D.3 sedang menempuh pendidikan S.1.
2. Tenaga edukatif berpendidikan S.2 berjumlah 7 orang, terdiri dari 3 orang Magister Pendidikan (M.Pd.) dan 3 orang Magister Agama (M.Ag), dan 1 orang Magister Manajemen Pendidikan (M.M.Pd.).
3. Mereka adalah sebagai guru Bina/guru Master yang senantiasa siap diberdayakan dalam pengembangan Madrasah secara optimal di masa-masa mendatang.
Tenaga administratif yang berpendidikan S.1 berjumlah 3 orang, yang lainnya D.3 dan SLTA, SLTP, dan SD. Hal ini juga dapat diberdayakan menjadi modal penggerak dalam penataan manajemen Tata Usaha yang profesional. Nomor Peserta | Nama Pendaftar | L/P | Asal Sekolah | Peringkat | KETERANGAN |
1112-044 | AKHMAD FAHIM | L | SMPN 1 PALIMANAN | 1 | DI TERIMA DENGAN BEASISWA |
1112-064 | MUCHAFIDOH | P | MTsN MODEL TEGAL | 2 | DI TERIMA DENGAN BEASISWA |
1112-008 | RIDWAN AZIZ | L | SMP - IT ATTAQWA | 3 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-085 | ENDAH SITI SA'ADAH | P | MTsN LEUWIMUNDING | 4 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-070 | FAQIH DINAL MALIK SIDIK | L | MTsN MODEL BREBES | 5 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-074 | NURUL FAJRIYAH | P | MTsN MODEL BREBES | 6 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-021 | MAR’ATUS SHOLIHA | P | SMPN 1 SUSUKAN | 7 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-047 | ARI IRKHAM FAUZI | L | SMPN 2 BREBES | 8 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-038 | MUHAMMAD IRFAN HIDAYAT | L | SMPN 1 CIWARINGIN | 9 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-066 | ISNA FARIKHATI | P | MTsN MODEL TEGAL | 10 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-002 | HILMI LUTFI | L | MTs DARUL ULUM PUI | 11 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-078 | AHMAD NAJIB MUBAROK | L | SMPN 2 PAMULIHAN | 12 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-004 | NURHAYATUL KAMALIYAH | P | SMPN 1 SUMBER | 13 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-048 | EKA YUNI RACHMAWATI | P | SMPN 2 BREBES | 14 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-077 | BAGUS WIJAYA | L | MTsN BABAKAN GEBANG | 15 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-075 | ANITA RAHAYU | P | MTsN MODEL BREBES | 16 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-068 | MUHAMMAD ANDAD AZIZ SALAM | L | MTsN CIWARINGIN | 17 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-009 | ERIS MAULANA AMINUDIN | L | MTsN RAJAGALUH | 18 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-007 | MUHAMMAD NAUFAL SYARIEF | L | SMP NEGERI 2 GUNUNG JATI | 19 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-055 | LU'LU RAHAYU | P | SMPN 1 ARJAWINANGUN | 20 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-062 | NAJWA KHAERUNISA | P | SMP ITUS JALAKSANA KUNINGAN | 21 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-013 | SICAH I'ANATILLAH Z.M | P | SMPN 1 ARJAWINANGUN | 22 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-014 | FUJY PUSPITA DAMAYANTI | P | MTs AL - HAMIDIYAH | 23 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-035 | NOVITASARI | P | SMPN 1 SUSUKAN | 24 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-034 | ADITYA MUHAMAD TARSIDI | L | MTsN SUKARAJA | 25 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-086 | SITI MASUNAH GILANG MAYA | P | MTsN CIWARINGIN | 26 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-067 | RAFIQOTUL IZZAH | P | MTsN MODEL TEGAL | 27 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-049 | LELA NURLAELATUL BADRIYAH | P | MTs AL - HIKMAH 2 | 28 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-081 | NAELI ZUBAIDAH | P | MTsN MODEL BREBES | 29 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-065 | HUSNUL FAIZAH | P | MTsN MODEL TEGAL | 30 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-017 | NAZHIFATUN NURUL LATIFAH | P | SMP ITUS JALAKSANA KUNINGAN | 31 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-025 | BALYA IBNU MULKAN | L | SMPN 1 LOSARI | 32 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-057 | PUTRI ADITHYA MAHARANI | P | SMP ITUS JALAKSANA KUNINGAN | 33 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-016 | ADZANIATUL FITRIYAH | P | SMP ITUS JALAKSANA KUNINGAN | 34 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-026 | KUSNI KUNIYATI | P | SMPN 1 SUSUKAN | 35 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-031 | GITA PERMATASARI | P | MTsN SUKARAJA | 36 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-042 | MIRZAN FAHAN FUADI | L | MTsN MODEL BREBES | 37 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-022 | IRA RAMA NURHAJIJAH | P | SMPN 1 SUSUKAN | 38 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-006 | RISTYA HUSNUN FAUZIYYAH | P | SMP NEGERI 1 SIMO | 39 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-036 | FAIZ HOSAINIE RAFSANJANIE | L | SMP ISLAM NUURUSSHIDDIIQ | 40 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-030 | WILDAN FAUZI | L | MTsN MODEL BABAKANSIRNA | 41 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-071 | DEDE FATIHATUL MAKIAH | P | SMPN 8 KOTA CIREBON | 42 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-020 | DARWATI | P | SMPN 1 SUSUKAN | 43 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-041 | AYUNDA QURROTUAININ | P | SMPN 1 LEMAHABANG | 44 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-063 | ISTIANA RIZQI | P | SMP PLUS YAKPI SUSUKAN | 45 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-050 | KILYATUS SUNGADAH | P | SMPN 1 ARJAWINANGUN | 46 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-073 | FAKHI AMALI | L | MTsN CIWARINGIN | 47 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-045 | RITA YULIANTI | P | SMP ITUS JALAKSANA KUNINGAN | 48 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-012 | IBNU RIZAL RABBANI | L | SMPN 1 SUSUKAN | 49 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-053 | REKHANAH | P | SMPN 1 ARJAWINANGUN | 50 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-084 | ARTI SUTARTI ASYURAWATI | P | MTS DARUNNAJAH CIPINING - BOGOR | 51 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-011 | AMIR ABDUL HANAN | L | MTsN CIWARINGIN | 52 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-076 | WIWIT PRAPTINING TYAS | P | MTsN MODEL BREBES | 53 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-040 | MOHAMMAD ALFIN NAUFAL | L | MTs ASSALAFIYAH | 54 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-010 | ZAM ZAM FIRDAUS | L | SMPN 3 PALIMANAN | 55 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-079 | FLADIO FEBRY RAMADHAN | L | SMPN 3 CILEGON | 56 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-052 | AYU NURQURKHAIN | P | SMPN 1 ARJAWINANGUN | 57 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-059 | TATI PURWATI | P | MTsN BANGODUA | 58 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-029 | HELMI NAFIS | L | MTsN CIREBON 2 | 59 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-072 | MUHAMAD DZIKRI FIRGIAWAN | L | MTsN CIWARINGIN | 60 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-05 | AHMAD MURTADLO MUTHOHARI | L | MTsN CIWARINGIN | 61 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-082 | ILHAM AZIZ JATNIKA | L | SMP ITUS JALAKSANA KUNINGAN | 62 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-015 | ANNA RECKA IRYANI | P | SMPN 1 JATIBARANG | 63 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-001 | MUHAMMAD NUR QOLBI | L | MTsN CIWARINGIN | 64 | DI TERIMA NON BEASISWA |
1112-018 | ANISA NOVIANTI | P | SMPN 1 SUSUKAN | 65 | CADANGAN* |
1112-051 | INDRI HAN FAHLEVI | P | SMP ITUS JALAKSANA KUNINGAN | 66 | CADANGAN* |
1112-033 | ARIF SYARIFUDIN | L | MTsN SUKARAJA | 67 | CADANGAN* |
1112-028 | AMALIA NUR'AENI SUDARYA | P | MTS AL - FALAH | 68 | CADANGAN* |
1112-058 | AYU ZULAIHA MARLIANA | P | MTsN SUKAGUMIWANG | 69 | CADANGAN* |
1112-046 | AHMAD ZAKKY YAMANI | L | SMP NIHAYATUL AMAL | 70 | CADANGAN* |
1112-003 | NURUL ISTIQOMAH | P | MTsN CIWARINGIN | 71 | CADANGAN* |
1112-056 | KEMAL AJIE WILDANI | L | SMPN 1 ARJAWINANGUN | 72 | CADANGAN* |
1112-089 | QOMARUDIN | L | MTs YA MU'ALLIN | 73 | CADANGAN* |
1112-087 | INDAH ZUMROTUN NAIMAH | P | SMP ITUS JALAKSANA KUNINGAN | 74 | CADANGAN* |
1. Bagi siswa yang diterima harap mengambil surat keterangan lulus dan surat undangan orang tua.
2. Pengambilan surat undangan tanggal 9 s/d 11 Mei 2011
*Bagi calon siswa CADANGAN dapat menggantikan posisi calon siswa yang diterima, jika siswa yang diterima tersebut tidak melakukan registrasi pada waktu yang telah ditentukan
| Mengetahui | Ciwaringin, 09 Mei 2011 | |
| Kepala Sekolah | Ketua PPDB | |
| RMBI SIAPA TAKUT ??? Diposting oleh : Agus Hasan Kategori: MAN CWN - Dibaca: 60 kali Madrasah Aliyah Negeri Model Babakan Ciwaringin Cirebon sebagai Lembaga Pendidikan Islam dibawah naungan Kementerian Agama, dalam usianya yang cukup tua, dituntut untuk senantiasa mengikuti perkembangan dinamika pendidikan yang senantiasa berubah. Sayidina Ali pernah bersabda : AJARILAH ANAKMU DENGAN ILMU MASA DEPAN KERENA MEREKA AKAN HIDUP BUKAN PADA ZAMAN SEPERTI YANG KAMU ALAMI SEKARANG. Sadar akan kalimat bijak tersebut, maka Marasah Aliyah Negeri (MAN) Babakan Ciwaringin Cirebon senantiasa melakukan inovasi sehubungan perubahan zaman guna mempersiapkan siswa didiknya menempuh pendidikan lebih tinggi dan sekaligus membekali untuk hidup bermasyarakat. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan di Indonesia selama ini lebih banyak bersifat klasikal-massal, yaitu berorientasi pada kuantitas untuk dapat melayani sebanyak-banyaknya jumlah siswa. Kelemahan yang tampak akibat kebijakan tersebut adalah belum terakomodasikannya kebutuhan individual siswa. Oleh karenanya potensi siswa tidak dapat disalurkan atau berkembang secara optimal. Berapa banyak pemikir dan jiwa kreatif yang disia-siakan, berapa banyak kekuatan otak yang terbuang percuma karena pandangan kuno dan picik kita tentang otak dan pendidikan. (Jean Houston, The Possible Human). Ungkapan Houston diatas merupakan suatu refleksi sekaligus evaluasi terhadap model dan pola pendidikan yang selama ini diterapkan untuk anak didik kita. Sering kita memperlakukan sama terhadap seluruh siswa yang sedang belajar dengan kita, apakah ia lamban, sedang, pandai atau sangat pandai, dalam kata lain pembelajaran hanya terpusat pada guru (teacher’s centered). Dengan pola seperti ini secara langsung atau tidak sebenarnya kita sedang mengikis habis kreatifitas dan inovasi, serta potensi kecerdasan yang ada pada masing-masing siswa. Di sisi lain setiap siswa sebenarnya mempunyai bakat kecerdasan yang berbeda-beda atau lebih kita kenal dengan teori multiple intelegences. Jika setiap anak mendapatkan “menu” belajar yang sama tanpa memandang bakat dan kecerdasannya, menurut Prof. Dr, Conny Semiawan dan Prof. Dr. Utami Munandar, kita melakukan “pemubadziran” potensi kecerdasan anak. Tuntutan untuk meningkatkan mutu pendidikan terus mengalir seiring dengan perkembangan zaman. Tidak hanya karena berbagai laporan yang diterima, baik dari hasil penelitian maupun informasi data pendidikan yang ada. Seperti contoh beberapa data kondisi pendidikan kita, yang diungkapkan oleh International Education Achievement (IEA) bahwa kemampuan membaca siswa SD menempati urutan 30 dari 38 negara, dan The third International Mathematics and Science Study Report (1999) menunjukkan bahwa kemampuan siswa bidang metematika dan IPA menempati 34 dan 32 dari 38 negara. Sementara itu, UNDP Human Development Index, tahun 2002 dan 2003 berurutan menempati urutan 110 dari 173 dan 112 dari 175 negara. Juga kemajuan teknologi yang begitu pesat menuntut guru serta institusi pendidikan mampu mengikuti perkembangan sains dan teknologi yang ada. Atas dasar hal tersebut di atas, maka Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Babakan Ciwaringain Cirebon dengan segenap kelebihannya, sudah saatnya melakukan terobosan berupa penyelenggaraan program madrasah unggulan dan menyiapkan diri menjadi Madrasah Berstandar Internasional dengan berupaya secara maksimal memenuhi delapan standar nasional pendidikan. Penyelenggaraan tersebut sangat beralasan sehubungan potensi yang telah dimiliki sangat mendukung realisasi program tersebut, baIk potenis internal maupun eksternal. Secara internal, sumberdaya guru sudah sangat memungkinkan baik secara kwantitas maupun kwalitas. Juga sarana dan prasarana yang sudah memenuhi kriteria penyelenggaraan madrasah unggulan. Secara eksternal, animo orang tua untuk menyekolahkan putra-putrinya sangat tinggi. SISWA MAN BABAKAN CIWARINGIN WAJIB MENGHAFAL QURAN Diposting oleh : Agus Hasan Kategori: MAN CWN - Dibaca: 41 kali Program menghafal Al-Qur’an bagi siswa MAN Babakan Ciwaringin merupakan muatan kurikulum keunggulan lokal. Setiap siswa MAN Babakan Ciwaringin diwajibkan menghafal Al-Qur’an, Siswa tahun pertama (di kelas X) wajib menghafal Juz amma, Siswa di tahun kedua (di kelas XI) wajib menghafal surat Yaasin, dan Siswa di tahun ke tiga (Kelas XII) wajib menghafal Surat Waqiah. Proses pembinaan hafalan dilakukan secara integrasi dalam mata peajaran Al-Qur’an Hadits, sedangkan penilaian hafalan dilakukan dua kali dalam satu tahun yaitu Munaqosah tahap I pada saat menjelang ulangan semester dan munaqosah tahap 2 pada saat menjelang ulangan kenaikan/ujian. Hasil penilaian/munaqosah dilaporkan kepada orang tua dan siswa yang lulus munaqosah tahap 2 setiap jenjang berhak mendapatkan sertifikat lulus munaqosah. Menurut Kepala MAN Babakan Ciwaringin Drs. H. Kumaedi, M.Pd. program hafalan qur’an sebagai upaya madrasah dalam menguatkan pencapaian tujuan pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan. Insya Allah setelah siswa lulus dari MAN Babakan Ciwaringin, hafalan quran yang dimiliki siswa akan bermanfaat baik untuk dirinya, orang tua dan masyarakat pada umumnya. Menjelang akhir tahun pelajaran 2010/2011 digelar kegiatan eksplorasi dan apresiasi tahhfidz quran siswa/siswi MAN Babakan Ciwaringin. Menurut Drs. KH. Badawi Murai , M.Ag. selaku Koordinator kegiatan/ Ketua Program Keagamaan, bahwa kegiatan bacaan hafalan (SEMAAN dalam bahasa Pesantren) dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 28 dan 29 April 2011 mulai pukul 08.00 WIB s.d 12.30 WIB, kegiatan ini bertujuan menemukan penghafal-penghafal quran di kalangan siswa/siswi sekaligus membudayakan hafalan quran di MAN Babakan Ciwaringin. Dari kegiatan ini ternyata ada siswa/siswi MAN Babakan Ciwaringin yang sudah hafal quran melebihi target pencapaian muatan kurikulum keunggulan lokal. Binti Zulfah (hafal 30 Juz), Arif Musadaf (hafal 19 Juz), Nida Hanifah (13 Juz), Essa Umi Holifatul (hafal 10 Juz), Robiatul Adawiyah (hafal 10 Juz), Mohammad An’im (hafal 7 juz), Aulia Rahman Nazar (hafal 6 Juz), Atun Nurjannah (hafal 5 Juz), M. Aqil Husain (hafal 5 Juz), Dakwatul Walidah (Juz 3 Juz), Naelul Afwa (hafal 3 Juz), Cucu Nurcahyanti (hafal 2 Juz), Wasliyah (hafal 2 Juz), Mubarok (hafal 2 Juz),. MAN BabakanCiwaringin yang bervisi mewujudkan individu yang bermartabat dalam intelektual, emosional dan spiritual berusaha keras untuk lebih eksis dalam peningkatan mutu pendidikan. Dengan program hafalan quran, pembinaan keagamaan siswa lebih massiv dan memperkuat kegiatan praktek ibadah/ praktek dakwah siswa. Kegiatan praktek ibadah siswa menuntut siswa berkemampuan dan terbiasa melakukan sholat fardhu berjamaah, sholat dhuha, sholat mutlak, sholat hajat, sholat jama’ dan sholat qoshor, munakahat, proses akta hibah, akte wakaf dan akte yayasan, pengrusan jenazah, penyembelihan hewan halal, khutbah jumat dan teknik pendirian lembaga TPA/TKA. Kegiatan ekstrakurikuler unggulan bidang keagaamaan terdiri dari Seni Kaligrafi, Seni Qiroat Quran dan Majelis Bimbingan Dakwah yang dibimbing oleh Drs. Permana M. Nur setiap tahun melaksanakan Bhakti Sosial ke beberapa daerah dengan kegiatan ceramah agama di musholla-musholla, bimbingan manajemen TPA/TKA, dan bimbingan baca tulis Quran. Semoga ilmunya Bermanfaat.... | ||